Selasa, 20 April 2010

Pengertian SOP


1. Suatu standar/pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong dan menggerakkan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.
2. SOP merupakan tatacara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja tertentu.

Tujuan SOP

1. Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/pegawai atau tim dalam organisasi atau unit kerja.
2. Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi
3. Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
4. Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau kesalahan administrasi lainnya.
5. Untuk menghindari kegagalan/kesalahan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi

Fungsi :

1. Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
2. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
3. Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
4. Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
5. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.

Kapan SOP diperlukan

1. SOP harus sudah ada sebelum suatu pekerjaan dilakukan
2. SOP digunakan untuk menilai apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan dengan baik atau tidak
3. Uji SOP sebelum dijalankan, lakukan revisi jika ada perubahan langkah kerja yang dapat mempengaruhi lingkungan kerja.

Keuntungan adanya SOP

1. SOP yang baik akan menjadi pedoman bagi pelaksana, menjadi alat komunikasi dan pengawasan dan menjadikan pekerjaan diselesaikan secara konsisten
2. Para pegawai akan lebih memiliki percaya diri dalam bekerja dan tahu apa yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan
3. SOP juga bisa dipergunakan sebagai salah satu alat trainning dan bisa digunakan untuk mengukur kinerja pegawai.

Dalam menjalankan operasional perusahaan , peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat signifikan. Oleh karena itu diperlukan standar-standar operasi prosedur sebagai acuan kerja secara sungguh-sungguh untuk menjadi sumber daya manusia yang profesional, handal sehingga dapat mewujudkan visi dan misi perusahaan


berikut ini contoh SOP Purchasing PT. Binder Indonesia :




1. Menerima pesanan dari user
2. Melakukan Negosiasi dengan vendor
3. Memproses nota pembelian
4. Memonitor delivey barang jika ada complain lalu menindaklanjuti complaint tsb
5. Memonitor Pembayaran
6. Selesai

Senin, 05 April 2010

Sistem Listrik Prabayar

PEMBAYARAN/PEMAKAIAN LISTRIK SISTEM PRABAYAR

1. LATAR BELAKANG

Semua orang hidup pastinya membutuhkan listrik dalam kehidupan sehari-harinya. Orang biasa menggunakan untuk mandi, mencuci baju, mengerjakan tugas di komputer dan masih banyak kegunaan listrik lainnya. Tahun ini PLN (Perusahaan Listrik Negara) menerapkan sistem baru dalam sistem pemakaian listrik yaitu Prabayar (sama seperti Tarif telepon seluler) . Dengan sistem bayar dulu baru pakai (prabayar), sistem baru ini memiliki beberapa keunggulan dan kekurangan dari paska bayar yaitu:
* pulsa minimal Rp. 10.000 & max Rp. 5.000.000 untuk Rumahtangga (jadi listrik akan mati sendiri kalau pulsanya abis)
* Biaya Beban dihapuskan
* Biaya tarifnya 1380/kWh.
* isi ulang pulsa masih ribet karena harus membawa sejenis kartu ATM (token) buat di reload.

2. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulis adalah menganalisa cara kerja system listrik prabayar

3. Batasan Masalah
Penulis dalam hal ini hanya menganalisa kegunaan dan cara kerja sistem prabayar listrik.

4. Asumsi/Perkiraan
Cara kerja system ini sama seperti system tarif pulsa atau kartu telepon jaman dulu. Kita mendaftarkan listrik prabayar kita terlebih dahulu, kemudian kita akan mendapatkan kartu chip yang dimana kartu tersebut digunakan untuk melakukan pengisian ulang listrik. Misalnya Rp. 5.000,00 untuk digunakan sesuai penggunaan listrik kita sehari-hari, kemudian jika habis maka kita harus mengisi “pulsa” dalam kartu tersebut agar kita dapat kembali menggunakan listrik di rumah masing-masing. Pengisian “pulsa” listrik tersebut dapat dilakukan di PLN terdekat, kantor pos atau Bank-bank berlogo khusus.